• Informasi : Nomor telepon KKI yang dapat dihubungi adalah 021-31923191 dan 021-31923193. Untuk informasi STR tekan 2, informasi Adaptasi dan Alih Iptek tekan 3, informasi Certificate of Good Standing (CoG) tekan 4, informasi pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran tekan 5, dan untuk operator tekan 0. Informasi terkait STR dokter dan dokter gigi dapat menghubungi nomor whatsapp di 0811 1310 2211 & 0811 1310 2210. Pegawai Sekretariat KKI tidak menerima pemberian gratifikasi berupa apapun - Informasi : Proses STR paling lama 14 (empat belas ) hari kerja sejak berkas disetujui. Terima Kasih. •
 

Puskesmas Bukateja - Potret Pelayanan Kesehatan di Daerah

12 Juli 2012 17:36:31



Tim Humas KKI menyempatkan diri mengunjungi Puskesmas Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Wilayah Kecamatan Bukateja terdiri dari 14 desa dan yang terbagi dalam dua wilayah kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Bukateja dan Puskesmas Kutawis. Kedua Puskesmas mempunyai tujuh desa wilayah kerja sesuai dengan kondisi geografinya.

Puskesmas Bukateja berada di lokasi yang sangat strategis di jantung Kota Kecamatan Bukateja. Ketujuh desa wilayah kerja Puskesmas Bukateja, yaitu : Desa Bukateja, Desa Kedungjati, Desa Majasari, Desa Kembangan, Desa Wirasaba, Desa Tidu, dan Desa Bajong. Jumlah penduduk tahun 2010 di tujuh desa tersebut sekitar 39.888 jiwa, dengan luas wilayah kerja sekitar 22,578 km. Sebagian besar mata pencaharian penduduknya menggantungkan hidupnya pada pertanian, wirausaha, industri, dan lainnya. Terdapat dua Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Desa Bajong dan Desa Kembangan dan 4 PKD di desa Kedungjati, Majasari, wirasaba dan Tidu.

Pustu dan PKD tersebut untuk menunjang Program Kesehatan terutama dalam menyediakan sarana pelayanan kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat di desa tersebut. Hal itu dikarenakan desa tersebut jauh dari Puskesmas Bukateja dan Rumah Sakit Umum Daerah maupun Rumah Sakit Swasta.

Kepala Puskesmas Bukateja dr. Widiyati Poesoko ketika kami temui terlihat berpenampilan sangat sederhana, tetapi semangat, jiwa dan tanggung jawabnya terhadap profesi perlu diteladani. Disaat ketika orang sibuk merayakan lebaran (2 syawal 1432H) dokter alumni FKUKI tahun 1992 ini tetap mengunjungi pasien yang dirawat di unit rawat inap puskesmas tersebut. Semangat atruisme yang tinggi dan pengabdian yang tulus untuk kemanusiaan ditunjukkan sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai dokter puskesmas.

Setelah selesai melakukan visite dan pekerjaan lainnya dengan ditemani Lina salah seorang stafnya dr. Widiyati Poesoko menyempatkan diri menemui kami di ruang kerjanya. Dijelaskan oleh dr Widiyati bahwa Puskesmas Bukateja merupakan Puskesmas POUD yang selalu menjadi Puskesmas percontohan bagi Puskesmas-Puskesmas lain di Kabupaten Purbalingga. Pelayanan di Puskesmas Bukateja meliputi pelayanan poli umum, gigi, laboratorium, persalinan, mata, farmasi, emergensi dan juga rawat inap.

Puskesmas didukung oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Bukateja sebanyak 40 orang, terdiri dari 24 orang PNS, 1 orang CPNS, 4 orang Bidan PTT dan 11 orang Tenaga Pengabdian. Dari segi kompetensi sudah memenuhi, jumlah dokter umum 2 orang, dokter gigi 1 orang, dokter spesialis mata 1 orang, perawat umum 7 orang, bidan 10 orang, nutrisionis 1 orang, sanitarian 1 orang dan lain-lainnya, beberapa diantara mereka masih berstatus sebagai tenaga honorer dan pengabdian.

Jumlah total kunjungan rawat jalan di Puskesmas Bukateja tahun 2010 sebanyak 33.593 orang. Terdiri dari kunjungan pasien umum 6.260 orang, pasien ASKES 5.146 orang dan pasien JPKM 22.187 orang (sudah termasuk pasien jamkesmas). Jumlah kunjungan pasien rawat inap pada tahun 2010 sebanyak 338 orang, terdiri dari pasien umum 82 orang, pasien ASKES 41 orang dan pasien JPKM dan Jamkesmas 215 orang.

Walau sebagian besar pasien yang berobat umumnya menderita penyakit tropis, tetapi patut dicermati bahwa penderita penyakit degeneratif yang terdeteksi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Bukateja cukup banyak. Pada tahun 2010 ditemukan jumlah penderita penyakit Diabetus Melitus sebanyak 448 orang, hipertensi 370 orang KLL 152 orang, katarak 115 orang. Angka tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya kemungkinan karena adanya perubahan gaya hidup masyarakat.

Dalam kesempatan bertemu dengan Kepala Puskesmas tersebut, tim Humas KKI menyempatkan diri untuk menanyakan beberapa hal, sebagai berikut :

Bagaimana pelayanan rawat inap dan pelayanan emergency di Puskesmas ?

Puskesmas Bukateja mempunyai 4 ruang rawat inap dengan 8 tempat tidur pasien, dengan 1 ruang partus. Yang datang berobat ke puskesmas biasanya ibu-ibu yang melahirkan tetapi juga pasien yang butuh perawatan medis. Tetapi bila kasusnya berat dan membutuhkan tindakan medis yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit, maka pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Kendala apa yang dihadapi Puskesmas saat ini ?

Banyak program Puskesmas yang harus dilaksanakan, sehingga setiap staf di Puskesmas mempunyai tupoksi/tugas rangkap. Program-program baru yang harus ditangani, belum sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh oleh staf yang bertugas sehingga ketika laporan hasil kegiatan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kota, ternyata masih ada beberapa kesalahan. Kemudian Biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan yang cukup besar juga menjadi masalah dengan minimnya anggaran yang ada.

Menurut dokter yang mempunyai hobby mengembangkan tanaman obat tersebut mengatakan bahwa masyarakat Bukateja sangat ramah dan tidak pernah macam-macam, mudah diajak kerjasama untuk ikut berparsisipasi aktif dalam program kegiatan Puskesmas.

Masyarakat mengharapkan pelayanan di Puskesmas sebagaimana pelayanan di rumah sakit, sehingga Puskesmas Bukateja tidak hanya mengedepankan upaya preventif dan promotif, tetapi juga kuratif dan rehabilitatif. Hal ini mendorong Puskesmas Bukateja selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan prima sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Harapan juga disampaikan oleh para staf Puskesmas yang masih berstatus pegawai honorer untuk bisa diangkat sebagai PNS.

Semoga program pembangunan bidang kesehatan menuju ”Purbalingga Sehat dan Sejahtera 2015” dapat tercapai.(SW)

Dibaca : 13374 kali | Sumber : | File :

Share |

Berita Lainnya

05 November 2019 00:00:00
30 Oktober 2019 00:00:00
29 Oktober 2019 00:00:00
09 September 2019 00:00:00